Crown / mahkota gigi

Crown gigi adalah selubung mahkota tiruan yang dipasang menutupi seluruh permukaan gigi yang rusak berat, retak, atau telah menjalani perawatan saluran akar. Dibuat secara presisi menggunakan bahan zirkonia, porselen murni, atau porcelain-fused-to-metal (PFM), restorasi cekat ini melindungi sisa struktur gigi sekaligus mengembalikan kekuatan kunyah dan bentuk anatomis alami.

Jadwalkan Perawatan di Cabang

Kapan perlu crown gigi?

  • Gigi telah selesai menjalani perawatan saluran akar (root canal treatment) sehingga strukturnya menjadi lebih getas dan butuh perlindungan menyeluruh agar tidak pecah.
  • Mahkota gigi asli mengalami kerusakan luas akibat karies besar atau patah, sehingga dinding gigi yang tersisa tidak lagi cukup kuat menahan tambalan biasa.
  • Gigi mengalami sindrom gigi retak (cracked tooth) yang menimbulkan rasa ngilu tajam saat menggigit makanan keras.
  • Memperbaiki bentuk, ukuran, atau perubahan warna gigi yang berat ketika veneer tidak dapat memberikan dukungan struktural yang memadai.
  • Sebagai mahkota akhir di atas penyangga implan gigi atau bagian dari konstruksi gigi jembatan (bridge).

Bagaimana prosedur crown gigi?

  1. Pemeriksaan Vitalitas dan Persiapan Fondasi Gigi: Dokter memeriksa kondisi akar serta jaringan penyangga melalui rontgen periapikal. Jika mahkota gigi yang tersisa sangat minim, dokter membangun fondasi penguat (core build-up) atau memasang pasak saluran akar terlebih dahulu.
  2. Preparasi Gigi dan Pencetakan Presisi: Permukaan gigi dibentuk secara terukur (sekitar 1–2 mm) untuk memberi ruang bagi ketebalan crown, dilanjutkan pencetakan rahang serta pemilihan warna (shade matching) agar menyatu dengan gigi sekitarnya.
  3. Pemasangan Mahkota Sementara (Temporary Crown): Sembari menunggu pembuatan mahkota definitif di laboratorium dental, gigi dilindungi menggunakan crown sementara agar tidak ngilu, tidak bergeser, dan tetap rapi saat tersenyum.
  4. Uji Coba (Try-In) dan Sementasi Permanen: Pada kunjungan berikutnya, crown permanen diuji ketepatan tepi gusinya, kontak dengan gigi sebelah, serta titik gigitannya (oklusi), kemudian direkatkan menggunakan semen dental khusus.

Apa yang dirasakan & masa pemulihan

Preparasi gigi dilakukan di bawah anestesi lokal (bila gigi masih vital) sehingga proses pembentukan gigi berlangsung nyaman tanpa rasa menyengat.

Selama mengenakan crown sementara, hindari makanan yang lengket atau keras di sisi tersebut agar mahkota sementara tidak terlepas sebelum jadwal pemasangan akhir.

Setelah crown permanen disemen, gusi di tepi mahkota mungkin terasa sedikit mengganjal atau sensitif ringan terhadap suhu dingin selama beberapa hari, yang akan mereda seiring adaptasi jaringan.

Dokter yang menangani

Pada gigi yang sudah menjalani perawatan saluran akar, pemasangan crown bukan sekadar urusan estetika, melainkan pelindung utama agar gigi tersebut tidak belah saat menerima beban kunyah sehari-hari.

  • drg. Antonius Irwan, Sp.Perio (Dokter Gigi Spesialis Periodonsia)
  • drg. Bagus Haryadi, Sp.Pros (Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia)
  • drg. Geraldine Ria Adrianne, Sp.Pros (Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia)

Lihat profil dokter kami

Pertanyaan seputar crown gigi

Apa perbedaan antara crown zirkonia, all-porcelain (E-max), dan PFM?

Crown PFM (porcelain-fused-to-metal) memiliki lapisan logam di bagian dalam yang dilapisi porselen di luar; kuat namun seiring waktu dapat menampakkan garis gelap tipis di tepi gusi. All-porcelain (seperti lithium disilicate/E-max) murni keramik dengan kejernihan warna sangat alami sehingga ideal untuk gigi depan. Adapun zirkonia menggabungkan kekuatan tekan yang sangat tinggi dengan warna sewarna gigi, menjadikannya pilihan andalan untuk gigi geraham maupun pasien dengan beban kunyah besar.

Apakah gigi di dalam crown masih bisa berlubang kembali?

Bahan crown itu sendiri tidak dapat membusuk atau berlubang, tetapi batas pertemuan antara tepi crown dan leher gigi asli di dekat gusi (margin) tetap bisa mengalami karies sekunder jika plak dibiarkan menumpuk. Oleh sebab itu, menyikat area batas gusi dan menggunakan benang gigi setiap hari sangat penting.

Mengapa gigi yang sudah dirawat saluran akar disarankan memakai crown, bukan ditambal biasa?

Gigi yang telah diangkat jaringan saraf dan pembuluh darahnya kehilangan suplai kelembapan internal serta biasanya sudah kehilangan bagian tengah mahkota akibat lubang yang dalam. Tambalan biasa bekerja seperti baji di tengah gigi yang dapat memicu belahnya dinding gigi saat menggigit makanan keras, sedangkan crown memeluk seluruh keliling gigi dari luar agar tekanan kunyah terdistribusi merata.

Tersedia di cabang

Puri Indah

Pilih Cabang Klinik

Layanan lain dalam kelompok Implan Gigi & Gigi Tiruan