Kapan perlu inlay / onlay?
- Gigi geraham atau premolar mengalami lubang karies yang luas hingga mencapai lebih dari separuh lebar bidang kunyah, sehingga tambalan langsung berisiko pecah.
- Salah satu atau beberapa tonjol kunyah (cusp) gigi geraham patah atau retak, namun dinding gigi lainnya masih utuh dan kuat.
- Mengganti tambalan lama berukuran besar yang sudah aus, bocor, atau tidak lagi memiliki titik kontak yang rapat dengan gigi sebelahnya.
- Restorasi akhir setelah gigi menjalani perawatan saluran akar (PSA) apabila sisa dinding mahkota sehat masih memadai untuk ditopang dengan onlay.
Bagaimana prosedur inlay / onlay?
- Pembersihan karies dan pembentukan dudukan restorasi (preparasi): Di bawah anestesi lokal yang nyaman, dokter membersihkan seluruh jaringan karies maupun tambalan lama yang rusak, lalu merapikan bentuk rongga gigi agar tidak ada sudut tajam yang memicu keretakan.
- Pencetakan gigi presisi dan pencocokan warna: Dokter mengambil cetakan akurat gigi rahang atas dan bawah beserta catatan gigitan Anda, memilih warna porselen yang senada dengan gigi asli, serta memasang tambalan sementara untuk melindungi gigi.
- Pembuatan inlay atau onlay di laboratorium dental: Teknisi laboratorium membuat kepingan inlay (mengisi bagian tengah lekuk gigi) atau onlay (menutupi satu atau lebih puncak tonjol kunyah) dari porselen atau keramik berkekuatan tinggi.
- Pengepasan (try-in) dan sementasi adhesif permanen: Pada kunjungan kedua, tambalan sementara dilepas, kepingan inlay/onlay dicobakan untuk memeriksa kerapatan tepi dan titik kontak sela gigi, lalu direkatkan secara permanen dengan semen resin khusus.
Apa yang dirasakan & masa pemulihan
Perawatan ini umumnya membutuhkan 2 kali kunjungan; selama menunggu pembuatan di laboratorium, gigi Anda dilindungi oleh tambalan sementara sehingga tetap nyaman digunakan.
Saat masih memakai tambalan sementara di antara kunjungan pertama dan kedua, hindari mengunyah makanan yang lengket (seperti permen karet atau dodol) dan keras pada sisi tersebut agar tambalan sementara tidak terlepas.
Setelah inlay atau onlay permanen direkatkan pada kunjungan kedua, gigi akan terasa sangat kokoh, anatomi kunyahnya kembali utuh, dan sela giginya mudah dibersihkan dengan benang gigi.
Dokter yang menangani
Inlay dan onlay adalah jembatan ideal di antara tambal gigi biasa dan crown; ketika lubang gigi geraham terlalu lebar untuk tambalan biasa namun terlalu sayang jika dinding sehatnya dikikis untuk crown, restorasi ini menjaga gigi asli Anda tetap kuat.
- drg. Adrian Yoshua, Sp.KG (Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi)
- drg. Diana Suharti, Sp.KG (Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi)
- drg. Marceline, Sp.KG (Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi)
- drg. Ricke Santoso, Sp.KG (Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi)
- drg. Steffi Febrina (Dokter Gigi Umum)
- drg. Thomas Aurelius Dharma (Dokter Gigi Umum)
- drg. Venny (Dokter Gigi Umum)
Pertanyaan seputar inlay / onlay
Apa perbedaan antara inlay, onlay, dan crown gigi?
Perbedaannya terletak pada cakupan bagian gigi yang digantikan. Inlay mengisi area berlubang di bagian tengah di antara puncak-puncak tonjol gigi (cusp). Onlay mengisi bagian tengah sekaligus melapisi satu atau lebih puncak tonjol kunyah yang sudah lemah. Sedangkan crown (mahkota tiruan) menyelubungi seluruh permukaan mahkota gigi secara penuh.
Mengapa lubang gigi yang besar tidak ditambal biasa saja dalam satu kali kunjungan?
Ketika bahan tambal biasa diaplikasikan dalam ukuran yang sangat lebar, bahan tersebut mengalami sedikit pengerutan mikro saat disinari dan kurang mampu menahan beban kunyah puluhan kilogram di gigi geraham. Akibatnya, tambalan besar berisiko pecah atau dinding gigi sisanya justru retak. Inlay/onlay porselen dibuat di luar mulut dengan kepadatan tinggi sehingga mampu mendistribusikan beban kunyah dengan aman.
Bagaimana cara merawat gigi yang sudah dipasang inlay atau onlay?
Perawatannya sama seperti gigi asli Anda: sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss) setiap malam untuk menjaga tepi perbatasan antara porselen dan gigi tetap bersih, serta lakukan kontrol rutin setiap 6 bulan.
Tersedia di cabang
Layanan lain dalam kelompok Tambal Gigi & Perawatan Saraf
Tambal gigi komposit (sewarna gigi)
Penambalan gigi berlubang atau gompal menggunakan resin komposit sewarna gigi yang menyatu alami dan mengembalikan kekuatan fungsi kunyah.
Tambal gigi GIC
Penambalan gigi menggunakan bahan Glass Ionomer Cement (GIC) yang berikatan kimiawi dengan gigi dan melepaskan fluoride untuk mencegah karies berulang.
Perawatan saluran akar (PSA)
Pembersihan dan sterilisasi infeksi di dalam ruang saraf gigi untuk menghilangkan nyeri hebat sekaligus menyelamatkan gigi asli agar tidak perlu dicabut.
