Root planing / kuretase

Root planing adalah prosedur pembersihan mendalam non-bedah (deep cleaning) yang mengangkat karang gigi di bawah garis gusi (kalkulus subgingiva) sekaligus menghaluskan permukaan akar gigi di dalam kantong gusi (poket periodontal). Terapi yang kerap dikombinasikan dengan kuretase gusi ini bertujuan menghilangkan racun bakteri agar jaringan gusi dapat melekat kembali.

Jadwalkan Perawatan di Cabang

Kapan perlu root planing?

  • Pemeriksaan gusi menunjukkan terbentuknya kantong gusi (poket periodontal) dengan kedalaman 4 mm atau lebih akibat lepasnya perlekatan gusi dari akar gigi.
  • Hasil foto rontgen memperlihatkan adanya endapan karang gigi di bawah gusi (subgingiva) serta awal penyusutan tulang alveolar di sela-sela gigi.
  • Gusi sering mengalami pembengkakan berulang, keluar cairan atau nanah dari leher gusi saat ditekan, serta bau mulut kronis.
  • Gigi mulai terasa agak goyang atau bergeser posisinya akibat berkurangnya dukungan jaringan penyangga (periodontitis).

Bagaimana prosedur root planing?

  1. Pemetaan Kantong Gusi (Periodontal Charting) dan Anestesi Lokal: Dokter mengukur kedalaman poket di enam titik pada setiap gigi, kemudian memberikan anestesi lokal pada area yang akan dirawat agar prosedur pembersihan di bawah gusi berlangsung nyaman.
  2. Scaling Subgingiva dengan Instrumen Ultrasonik Tipis: Ujung alat ultrasonik periodontal khusus dimasukkan ke dalam kantong gusi untuk memecah karang gigi yang mengeras di permukaan akar serta membilas biofilm bakteri.
  3. Root Planing dan Kuretase Jaringan Granulasi: Menggunakan alat tangan presisi (kuret Gracey), dokter menghaluskan permukaan sementum akar gigi yang terpapar racun bakteri serta membersihkan jaringan dinding dalam gusi yang meradang kronis.
  4. Irigasi Antimikroba dan Evaluasi Penyembuhan: Kantong gusi dibilas dengan cairan antiseptik (seperti chlorhexidine), dan pasien dijadwalkan untuk kontrol evaluasi ulang 4–6 minggu kemudian guna mengukur penyusutan kedalaman poket.

Apa yang dirasakan & masa pemulihan

Karena dikerjakan di bawah anestesi lokal, pasien tidak merasakan nyeri tajam saat dokter membersihkan bagian dalam kantong gusi; untuk kasus yang melibatkan seluruh rahang, pengerjaan biasanya dibagi menjadi 2 hingga 4 sesi (per kuadran atau separuh rahang).

Setelah efek bius habis, gusi mungkin terasa sedikit pegal dan gigi terasa lebih sensitif terhadap minuman dingin selama beberapa hari hingga beberapa minggu karena bengkak gusi mulai mengempis.

Penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif, sikat gigi berbulu ekstra lembut, serta pembersihan sela gigi secara disiplin sangat membantu proses perlekatan kembali jaringan gusi yang sehat.

Dokter yang menangani

Banyak pasien mengira karang gigi hanya yang terlihat berwarna kekuningan di leher gigi, padahal karang yang sesungguhnya merusak tulang justru bersembunyi di dalam kantong gusi—root planing membersihkan permukaan akar tersebut agar gusi bisa kembali memeluk gigi Anda.

  • drg. Antonius Irwan, Sp.Perio (Dokter Gigi Spesialis Periodonsia)

Lihat profil dokter kami

Pertanyaan seputar root planing

Apa bedanya scaling biasa dengan root planing?

Scaling biasa berfokus membersihkan plak dan karang gigi yang menempel di permukaan mahkota gigi hingga batas tepi gusi pada kondisi gusi yang relatif sehat atau gingivitis. Sementara itu, root planing dilakukan ketika infeksi sudah membuat gusi terlepas dari akar dan membentuk kantong dalam (poket periodontal); dokter membersihkan jauh ke dalam kantong tersebut dan menghaluskan lapisan permukaan akar gigi yang kasar oleh racun bakteri menggunakan anestesi lokal.

Mengapa setelah root planing gigi saya terasa sedikit lebih panjang atau ngilu saat terkena air dingin?

Sebelum dirawat, gusi yang meradang mengalami pembengkakan (edema) sehingga tampak menutupi leher gigi. Ketika infeksi berhasil dihilangkan melalui root planing, gusi yang bengkak akan mengempis dan kembali padat. Hal ini membuat sebagian kecil leher akar gigi yang tadinya tertutup bengkak menjadi terbuka dan sensitif sementara terhadap suhu dingin, yang dapat diredakan dengan pasta gigi desensitisasi.

Apakah tulang penyangga gigi yang sudah turun bisa tumbuh kembali hanya dengan root planing?

Root planing bertujuan menghentikan proses perusakan tulang lebih lanjut dan membuat jaringan gusi kembali kencang memeluk akar gigi, namun umumnya tidak menumbuhkan kembali tinggi tulang yang sudah hilang secara horizontal. Apabila terdapat bentuk kerusakan tulang vertikal (cekungan kawah tulang), dokter dapat mengevaluasi kemungkinan prosedur regenerasi tulang (bone graft) melalui bedah periodontal setelah fase root planing selesai.

Tersedia di cabang

Puri Indah

Pilih Cabang Klinik

Layanan lain dalam kelompok Perawatan Gusi