Cabut gigi anak / gigi susu

Cabut gigi anak adalah prosedur pengangkatan gigi susu (gigi sulung) yang sudah goyang karena pergantian alami, mengalami kerusakan parah yang tidak dapat dipertahankan, atau menghalangi tumbuhnya benih gigi tetap di bawahnya. Tindakan ini dilakukan dengan pendekatan ramah anak serta teknik anestesi lembut agar proses pencabutan terasa tenang dan nyaman.

Jadwalkan Perawatan di Cabang

Kapan perlu cabut gigi anak?

  • Gigi tetap sudah mulai tumbuh di belakang atau di depan gigi susu, sementara gigi susunya belum kunjung tanggal (kondisi persistensi atau sering disebut "gigi hiu").
  • Gigi susu sudah sangat goyang sehingga membuat anak kesakitan saat mengunyah makanan atau menyikat gigi, namun anak takut menggoyangkannya sendiri.
  • Gigi susu mengalami kerusakan karies yang sangat parah hingga menyisakan sisa akar dan memicu bengkak berulang (abses) yang berisiko mengganggu benih gigi tetap.
  • Gigi susu mengalami patah berat pada bagian akar akibat benturan atau terjatuh sehingga tidak memungkinkan untuk dipertahankan.
  • Rekomendasi pencabutan terencana sebagai bagian dari perawatan ortodonti (interseptif) untuk memberi ruang bagi gigi tetap yang berjejal.

Bagaimana prosedur cabut gigi anak?

  1. Evaluasi kegoyangan gigi dan pendekatan komunikasi pada anak: Dokter memeriksa derajat kegoyangan gigi susu dan kondisi gusi sekitarnya. Bila gigi belum goyang, dokter dapat melakukan rontgen untuk melihat posisi benih gigi tetap, sambil mengajak anak mengobrol santai agar rileks.
  2. Pemberian anestesi topikal (gel rasa buah) atau anestesi lokal: Pada gigi susu yang akarnya sudah habis terkikis dan sangat goyang, dokter cukup mengoleskan gel atau semprotan anestesi dingin beraroma buah pada gusi. Bila akar gigi masih cukup panjang, dokter memberikan bius lokal secara perlahan setelah gusi kebas oleh gel oles.
  3. Pengangkatan gigi susu secara lembut dan terukur: Setelah gusi dipastikan kebas, dokter mengangkat gigi susu menggunakan instrumen ukuran khusus anak dengan gerakan yang hati-hati agar tidak melukai jaringan gusi maupun benih gigi tetap di bawahnya.
  4. Penekanan kapas steril dan edukasi perawatan di rumah: Anak diminta menggigit gulungan kasa atau kapas steril selama 15–30 menit untuk menghentikan perdarahan ringan dan membentuk bekuan darah pelindung, disertai penjelasan instruksi pascacabut kepada orang tua.

Apa yang dirasakan & masa pemulihan

Berkat penggunaan anestesi oles maupun bius lokal yang disesuaikan dengan kondisi akar gigi susu, anak umumnya hanya merasakan sensasi sedikit dorongan atau goyangan ringan tanpa rasa nyeri tajam saat gigi dilepaskan.

Setelah bius berangsur hilang, area gusi bekas pencabutan mungkin terasa sedikit mengganjal atau pegal ringan selama beberapa jam. Masa pemulihan gusi pada anak berlangsung cepat karena jaringan gusi anak memiliki kemampuan regenerasi yang baik dan akar gigi susu umumnya lebih pendek.

Selama 24 jam pertama, anak dianjurkan mengonsumsi makanan dan minuman yang sejuk atau bersuhu ruang (seperti susu dingin, puding, atau es krim lembut), menghindari makanan panas, tidak berkumur terlalu keras, serta tidak memainkan bekas luka dengan jari atau lidah.

Dokter yang menangani

Kondisi gigi tetap yang tumbuh berlapis di belakang gigi susu ("gigi hiu") sangat sering terjadi pada anak usia 6–8 tahun. Segera periksakan agar gigi susunya dapat kami bantu lepaskan dengan nyaman, sehingga dorongan alami lidah anak dapat membantu merapikan posisi gigi tetapnya ke depan.

  • drg. Steffi Febrina (Dokter Gigi Umum)
  • drg. Thomas Aurelius Dharma (Dokter Gigi Umum)
  • drg. Venny (Dokter Gigi Umum)

Lihat profil dokter kami

Pertanyaan seputar cabut gigi anak

Apakah gigi anak yang sudah goyang boleh dicabut sendiri di rumah?

Jika gigi susu sudah sangat goyang (hanya menempel tipis pada gusi), anak boleh menggoyangkannya perlahan dengan tangan yang bersih atau lidah hingga lepas sendiri. Namun, jika akar gigi masih tertanam cukup kuat atau gigi tetap sudah tumbuh di belakangnya sementara gigi susu belum goyang, sebaiknya dibawa ke dokter gigi agar tidak patah atau memicu infeksi gusi.

Benarkah setelah cabut gigi anak boleh makan es krim?

Benar. Suhu dingin dari es krim lembut (tanpa potongan kacang atau biskuit keras) justru membantu menyempitkan pembuluh darah kecil pada gusi sehingga perdarahan lebih cepat berhenti dan mengurangi rasa tidak nyaman setelah efek bius selesai.

Mengapa orang tua perlu memperhatikan anak agar tidak menggigit bibir setelah cabut gigi?

Bila pencabutan menggunakan bius lokal, bibir atau pipi bagian dalam anak akan terasa kebas selama sekitar 1–2 jam. Karena rasanya unik seperti bantal, anak-anak sering tanpa sadar menggigit-gigit bibirnya sendiri hingga luka dan bengkak setelah biusnya hilang. Oleh karena itu, pantau anak hingga rasa kebasnya benar-benar pulih.

Tersedia di cabang

Puri Indah

Pilih Cabang Klinik

Layanan lain dalam kelompok Layanan Gigi Anak