Kapan perlu tambal gigi anak?
- Terlihat lubang kecil hingga sedang berwarna cokelat atau kehitaman pada gigi geraham maupun gigi depan anak.
- Sisa makanan terutama serat daging atau sayur sering terselip di sela gigi anak dan sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi.
- Anak mengeluh ngilu sesaat ketika makan makanan manis, asam, atau minum minuman dingin.
- Permukaan email gigi susu tampak terkikis atau cuil akibat karies botol susu (nursing bottle caries) namun belum menimbulkan bengkak pada gusi.
- Tambalan lama pada gigi anak mengalami aus, retak, atau terlepas sebagian sehingga perlu diperbarui.
Bagaimana prosedur tambal gigi anak?
- Pemeriksaan kedalaman lubang dan adaptasi anak: Dokter memeriksa kedalaman karies untuk memastikan lubang belum menembus ruang saraf gigi, sembari menjelaskan prosedur kepada anak menggunakan istilah yang ramah seperti "membersihkan kuman gula" dan "memberi baju pelindung pada gigi".
- Pembersihan jaringan karies secara hati-hati: Jaringan gigi yang telah melunak akibat bakteri dibersihkan menggunakan instrumen tangan khusus (teknik Atraumatic Restorative Treatment) atau alat putar berkecepatan rendah dengan semprotan air agar anak tetap merasa nyaman.
- Aplikasi bahan tambal yang sesuai dengan kondisi gigi anak: Setelah kavitas (lubang) bersih dan kering, dokter mengaplikasikan bahan tambal seperti semen ionomer kaca (Glass Ionomer Cement / GIC) yang mampu melepaskan ion fluoride atau resin komposit sewarna gigi.
- Pembentukan anatomi kunyah dan pemolesan halus: Permukaan tambalan disesuaikan dengan gigitan anak agar tidak terasa mengganjal saat mengatupkan rahang, lalu dipoles hingga licin supaya plak tidak mudah menempel kembali.
Apa yang dirasakan & masa pemulihan
Pada lubang gigi yang masih dangkal hingga sedang, proses pembersihan dan penambalan umumnya hanya menimbulkan sensasi getaran ringan dan semprotan air dingin tanpa memerlukan suntikan bius lokal.
Setelah penambalan selesai, anak mungkin merasakan permukaan giginya sedikit berbeda saat diraba dengan lidah, namun sensasi ini biasanya menghilang dalam waktu 1–2 hari seiring adaptasi alami.
Jika menggunakan bahan semen ionomer kaca (GIC), anak dianjurkan menghindari makanan yang keras atau lengket selama beberapa jam pertama agar ikatan kimiawi bahan tambal mencapai kekuatan optimal.
Dokter yang menangani
Menambal gigi susu sejak lubangnya masih kecil membuat prosesnya jauh lebih cepat dan nyaman bagi si kecil. Jangan menunggu sampai anak mengeluh sakit, karena pada gigi susu lapisan pelindungnya lebih tipis sehingga lubang lebih cepat mencapai saraf.
- drg. Steffi Febrina (Dokter Gigi Umum)
- drg. Thomas Aurelius Dharma (Dokter Gigi Umum)
- drg. Venny (Dokter Gigi Umum)
Pertanyaan seputar tambal gigi anak
Bahan tambal apa yang biasa digunakan untuk gigi anak?
Dokter gigi umumnya memilih antara Semen Ionomer Kaca (Glass Ionomer Cement / GIC) atau resin komposit. GIC sering menjadi pilihan utama pada anak karena pengerjaannya lebih singkat, berikatan secara kimia dengan gigi, dan melepaskan ion fluoride yang melindungi gigi dari karies baru.
Apakah anak perlu disuntik bius saat tambal gigi?
Sebagian besar kasus tambal gigi anak dengan lubang dangkal hingga sedang tidak memerlukan suntikan bius. Dokter menggunakan teknik pembersihan yang lembut agar anak tetap nyaman. Anestesi lokal hanya dipertimbangkan bila kavitas cukup dalam dan sensitif.
Kenapa tambalan gigi anak bisa lepas dan bagaimana cara mencegahnya?
Struktur gigi susu lebih tipis dibandingkan gigi dewasa, sehingga perlekatan tambalan bisa melemah jika anak sering menggigit makanan keras (seperti es batu atau permen keras) atau jika muncul lubang baru di tepi tambalan. Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride dan kontrol rutin setiap 6 bulan akan menjaga keawetan tambalan.
Tersedia di cabang
Layanan lain dalam kelompok Layanan Gigi Anak
Perawatan gigi anak
Pemeriksaan dan perawatan gigi menyeluruh dengan pendekatan ramah anak untuk menjaga kesehatan gigi susu hingga tumbuh gigi tetap.
Perawatan saraf gigi anak (pulpotomi / pulpektomi)
Tindakan pulpotomi atau pulpektomi untuk mengatasi infeksi saraf pada gigi susu berlubang dalam agar gigi tidak perlu dicabut dini.
Cabut gigi anak / gigi susu
Pencabutan gigi susu yang sudah goyang, persistensi (gigi tetap sudah tumbuh di belakangnya), atau rusak berat dengan pendekatan ramah anak.
