Perawatan sariawan / lesi mulut

Perawatan sariawan adalah layanan pemeriksaan klinis dan terapi medis untuk meredakan nyeri, mempercepat penyembuhan luka mukosa (stomatitis aftosa), serta mengevaluasi berbagai lesi jaringan lunak di dalam rongga mulut. Dokter juga mengidentifikasi faktor pemicu lokal seperti gesekan gigi yang tajam maupun kemungkinan tanda gangguan kesehatan sistemik.

Jadwalkan Perawatan di Cabang

Kapan perlu perawatan sariawan?

  • Sariawan berukuran besar, berjumlah banyak sekaligus, atau menimbulkan rasa perih yang hebat hingga sulit makan, minum, dan berbicara.
  • Luka sariawan atau bercak di dalam mulut tidak kunjung sembuh setelah lebih dari 2 minggu (14 hari).
  • Sariawan terus muncul berulang di titik yang sama akibat tergesek tepi gigi yang patah/tajam, sisa akar gigi, tambalan kasar, atau kawat gigi.
  • Sariawan sangat sering kambuh setiap bulan (stomatitis aftosa rekuren) sehingga mengganggu kualitas hidup sehari-hari.
  • Muncul bercak putih atau kemerahan, benjolan kecil di bibir bagian dalam (mukokel), atau luka lepuh di gusi dan langit-langit mulut yang belum diketahui penyebabnya.

Bagaimana prosedur perawatan sariawan?

  1. Anamnesis riwayat keluhan dan pemeriksaan visual lesi mukosa: Dokter mengamati bentuk, ukuran, tepi, dasar luka, dan lokasi sariawan atau lesi mulut, sekaligus menanyakan durasi munculnya luka, frekuensi kekambuhan, pola makan, hingga riwayat kesehatan umum pasien.
  2. Penghilangan faktor iritasi atau trauma mekanis di dalam mulut: Jika luka dipicu oleh gesekan terus-menerus, dokter segera menghilangkan penyebabnya—misalnya dengan menghaluskan sudut gigi atau tambalan yang tajam (selective grinding), melapisi kawat behel yang menusuk, atau menyesuaikan tepi gigi palsu yang menekan gusi.
  3. Pembersihan lembut dan pemberian terapi medikasi topikal: Area lesi dibersihkan secara antiseptik, lalu dokter mengaplikasikan dan meresepkan obat oles khusus mukosa mulut (seperti gel anti-inflamasi, pelindung mukosa / mucoadhesive, atau antiseptik/antijamur sesuai diagnosis penyebabnya) agar luka terlindung dari gesekan makanan.
  4. Edukasi perawatan pemulihan dan jadwal evaluasi penyembuhan: Dokter memberikan panduan pemilihan produk perawatan mulut yang tidak mengiritasi (seperti pasta gigi bebas deterjen SLS) serta menjadwalkan kontrol evaluasi dalam 7–14 hari pada kasus lesi kronis.

Apa yang dirasakan & masa pemulihan

Pemeriksaan jaringan lunak mulut dilakukan dengan sangat hati-hati menggunakan kaca mulut steril agar tidak menyentuh atau menekan luka sariawan yang sedang perih.

Pengolesan gel pelindung mukosa atau penghalusan tepi gigi yang tajam biasanya langsung memberikan rasa lega karena luka tidak lagi tergesek saat lidah atau pipi bergerak. Sariawan umum (stomatitis aftosa minor) biasanya mulai menutup dan mereda perihnya dalam 3–7 hari setelah terapi.

Selama masa penyembuhan di rumah, pasien disarankan menghindari makanan yang pedas, asam, terlalu panas, atau bertekstur keras dan tajam (seperti keripik), mencukupi kebutuhan air putih, serta tetap menyikat gigi secara perlahan agar jumlah bakteri di mulut terkendali.

Dokter yang menangani

Sariawan normal umumnya sembuh dalam waktu 7 hingga 14 hari. Jika Anda memiliki luka di dalam mulut yang tidak kunjung sembuh setelah lebih dari dua minggu—terutama jika lukanya justru tidak terasa sakit atau teraba keras di bagian tepinya—segera periksakan ke dokter gigi untuk evaluasi menyeluruh.

  • drg. Bagus Haryadi, Sp.Pros (Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia)
  • drg. Geraldine Ria Adrianne, Sp.Pros (Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia)
  • drg. Steffi Febrina (Dokter Gigi Umum)
  • drg. Thomas Aurelius Dharma (Dokter Gigi Umum)
  • drg. Venny (Dokter Gigi Umum)

Lihat profil dokter kami

Pertanyaan seputar perawatan sariawan

Kapan sariawan perlu diperiksakan ke dokter gigi dan tidak boleh dianggap sepele?

Anda perlu segera memeriksakan diri apabila sariawan bertahan lebih dari 2 minggu tanpa tanda-tanda mengecil, ukurannya sangat besar (lebih dari 1 sentimeter), muncul terus-menerus hampir setiap minggu, disertai demam atau pembengkakan kelenjar getah bening di leher, atau dipicu oleh bagian gigi yang tajam.

Benarkah sariawan selalu disebabkan karena kekurangan vitamin C?

Tidak selalu. Penyebab sariawan sangat beragam; umumnya justru dipicu oleh tergigit tidak sengaja, gesekan sikat gigi atau makanan keras, kelelahan dan kurang tidur, stres, perubahan hormon, sensitivitas terhadap bahan deterjen pasta gigi (Sodium Lauryl Sulfate / SLS), hingga kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B12.

Mengapa dokter gigi menyarankan mengganti pasta gigi bagi orang yang sering sariawan?

Banyak pasta gigi komersial mengandung bahan pembuat busa Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Pada sebagian orang yang memiliki mukosa mulut sensitif, SLS dapat mengikis lapisan lendir pelindung alami di dalam mulut sehingga jaringan menjadi kering dan mudah luka menjadi sariawan. Beralih ke pasta gigi bebas SLS terbukti secara klinis dapat menurunkan frekuensi kambuhnya sariawan.

Tersedia di cabang

Puri Indah

Pilih Cabang Klinik

Layanan lain dalam kelompok Perawatan Gigi Lainnya